Jumat, 01 September 2023

KONFIGURASI WIRELESS INTERFACE MIKROTIK ROUTERBOARD

 Penulis : Galang Eka Saputra 


Konsep Jaringan Tanpa Kabel 

Jaringan nirkabel adalah teknologi yang dapat menghubungkan dua atau lebih perangkat untuk berkomunikasi tanpa harus menggunakan kabel dalam transmisi data.

Artinya, dengan menggunakan jaringan nirkabel kita bisa saling terhubung meski jauh dari router.

Jaringan nirkabel (wireless) menggunakan gelombang elektromagnetik seperti mikro, radio, hingga infrared untuk proses pengiriman data antarperangkat.

Selain itu, jarak yang bisa dijangkau menggunakan jaringan nirkabel pun beragam, ada yang hanya dalam jangkauan jarak dekat, dan ada juga yang jarak jauh.

Apabila Anda belum mengetahui, mungkin sebenarnya Anda memiliki suatu barang yang sudah memiliki teknologi jaringan nirkabel, yakni smartphone, yang mana di dalamnya mendukung Wi-Fi dan juga bluetooth.

Bila dibandingkan dengan jaringan kabel seperti komputer yang harus menggunakan kabel ketika ingin tersambung ke internet, tentu akan lebih efisien menggunakan jaringan nirkabel.

Sebelumnya, jaringan kabel diklaim lebih cepat dan aman. Akan tetapi, seiring berkembangnya teknologi, jaringan nirkabel telah membuat kesenjangan tersebut menjadi berkurang.

Jenis-jenis Standar/Protokol/Teknologi Jaringan Tanpa Kabel

  1. 802.11
    Pada Tahun 1997, IEEE menciptakan standar wireless yang pertama bekerja pada frekuensi 2,4 GHz yang dinamakan 802.11. Namun standar ini hanya mendukung bandwidth jaringan maksimal 2 Mbps, terlalu kecil untuk komunikasi jaringan pada saat ini. Oleh karena itu perangkat wireless dengan standar ini tidak diproduksi lagi.
  2. 802.11b
    Generasi ke-1 dari standar Wifi yang populer digunakan. IEEE menciptakan standar lanjutan yang dinamakan 802.11b pada tahun 1999 mendukung bandwidth mencapai 11 Mbps. Masih bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Vendor perangkat elektronik pada umumnya lebih memilih menggunakan frekuensi ini dikarenakan dapat menekan biaya produksi. Seperti yang diketahui, frekuensi 2,4 GHz merupakan frekuensi radio yang tidak diatur sehingga dapat menimbulkan gangguan dari perangkat elektronik lainnya seperti microwave, televisi dan perangkat lainnya yang menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Namun hal tersebut dapat dihindari dengan mengatur jarak antar perangkat elektronik sehingga tidak menimbulkan gangguan atau interferensi.
    Router yang hanya menggunakan standar 802.11b ini juga sudah tidak diproduksi lagi. Namun beberapa router baru masih mendukung standar ini. Standar ini, secara teoritis mendukung bandwidth data mencapai 11 Mbps dan jangkauan sinyal mencapai sekitar 150 kaki (+-45 Meter).
  3. 802.11a
    Generasi ke-2 dari standar Wifi yang populer digunakan. Saat standar 802.11b sedang dikembangkan, IEEE membuat ekstensi untuk standar 802.11 yang dinamakan 802.11a. Standar ini diciptakan pada saat yang bersamaan dengan standar 802.11b. Standar ini sudah mendukung bandwidth data mencapai 54 Mbps dan menggunakan frekuensi 5 GHz (semakin tinggi frekuensi maka semakin pendek jangkauan sinyal). Dikarenakan berjalan pada frekuensi yang bebeda dengan standar 802.11b, kedua teknologi ini tidak kompatible satu sama lain. Beberapa vendor menawarkan perangkat jaringan hybrid 802.11a/b. Namun perangkat tersebut hanya dapat menjalankan satu standar pada satu waktu
  4. 802.11g
    Generasi ke-3 dari standar Wifi yang populer digunakan. Standar ini diciptakan pada tahun 2002 dengan menggabungkan kelebihan masing masing standar 802.11a dan 802.11b. Standar ini mendukung bandwidth 54 Mbps dan menggunakan frekuensi 2,4 GHz yang berarti memiliki jangkauan sinyal yang luas. Perangkat dengan network adapter yang mengadopsi standar ini juga kompatibel dengan standar 802.11b begitu juga sebaliknya.
  5. 802.11n
    Generasi ke-4 dari standar Wifi yang populer digunakan. Standar 802.11n sering dikenal dengan sebutan Wireless-N diciptakan untuk memperbaiki standar 802.11g dalam hal jumlah bandwidth yang didukung dengan memanfaatkan beberapa sinyal wireless dan antena (disebut dengan teknologi MIMO, Multiple in Multiple out). IEEE meresmikan standar ini pada tahun 2009 dengan spesifikasi menyediakan bandwidth sampai 300 Mbps. Standar ini juga menawarkan jangkauan sinyal yang lebih baik dibandingkan standar wireless sebelumnya serta memiliki kompabilitas dengan perangkat yang memiliki standar 802.11b/g. Standar wireless ini beroperasi 2 frekuensi yaitu 2,4 GHz dan 5GHz
  6. 802.11ac
    Generasi ke-5 dari standar Wifi yang populer digunakan. Memanfaatkan teknologi wireless dual band mendukung koneksi secara bersamaan pada frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz. Menawarkan kompabilitas dengan standar 802.11b/g/n serta mendukung bandwidth mencapai 1300Mbps pada frekuensi 5 GHz ditambah 450Mbps pada frekuensi 2,4 GHz
  7. 802.11ax
    Generasi ke-6 dari standar Wifi yang populer digunakan. Standar 802.11ax, atau yang dikenal dengan Wi-Fi 6 merupakan standar yang memiliki kemampuan 4 kali lebih cepat dibandingkan dengan 802.11ac. Kecepatan yang dimiliki oleh 802.11ax ini adalah mampu mencapai 10,53 Gbps atau sekitar 1,4 GB/s untuk mengirimkan data. Standar ini menggunakan frekuensi 2.4 GHz dan 5 GHz dengan teknologi MIMO dan juga mendukung MU-MIMO. Rencananya akan disiapkan untuk standar Wi-Fi perangkat mobile atau smartphone pada tahun 2019.
  8. 802.11ax-6GHz (WiFi 6E)
    Generasi ke-6 dari standar wifi ini yang support pita frekuensi 6 GHz adalah peningkatan dari Wi-Fi 6 yang disebut dengan Wi-Fi 6E yang mempunyai kemampuan sama seperti Wi-Fi 6 tetapi jangkauan pita 6 GHz ini jauh lebih luas.(5,925–7,125 GHz di AS) dari generasi sebelumnya Wi-Fi 6. Standar IEEE 802.11ax-6 GHz diselesaikan pada 1 September 2020 ketika Draf 8 menerima 95% persetujuan dalam pemungutan suara sponsor dan menerima persetujuan akhir dari Dewan Standar IEEE pada 1 Februari 2021
  9. 802.11be (WiFi 7)
    Generasi ke-7 dari standar Wifi yang populer digunakan. Standar 802.11be, atau yang dikenal dengan Wi-Fi 7 merupakan standar yang memiliki kemampuan 4 kali lebih cepat dibandingkan dengan 802.11ax. Kecepatan yang dimiliki oleh 802.11be ini adalah mampu mencapai 40 Gbps atau sekitar 4 GB/s untuk mengirimkan data. Standar ini menggunakan frekuensi 2.4 GHz, 5 GHz dan 6 GHz dengan teknologi MIMO, MU-MIMO dan juga mendukung MLO (multi-link operation). Pengembangan amandemen 802.11be sedang berlangsung, dengan tujuan draft awal pada Maret 2021, dan versi final diharapkan pada awal 2024

Mode-mode Wireless Interfer Mikrotik     

1. Mode Alignment Only

Mode Alignment only, biasa digunakan untuk membantu pada saat pointing dengan indikator beeper /buzzer pada RouterBoard, sebagai contoh kita bisa menambahkan script dimana ketika mendapatkan sinyal bagus maka beeper akan berbunyi.

2. Mode AP-Bridge

Mode AP-bridge digunakan sebagai Access point atau pemancar yang bisa melayani banyak client atau disebut juga dengan PTMP (Point To Multi Point), mode ini bisa kita gunakan untuk network yang sifatnya Routing ataupun Bridging. Untuk menggunakan mode AP-Bridge ini perangkat Routerboard minimal harus memiliki lisensi level 4.

3. Mode Bridge

Mode bridge digunakan sebagai Access point atau pemancar akan tetapi hanya bisa melayani  satu client atau disebut juga dengan PTP (Point To Point), mode ini juga bisa kita gunakan untuk network yang sifatnya Routing ataupun Bridging. Untuk menggunakan mode ini perangkat Routerboard  minimal memiliki lisensi level 3, sebagai contoh untuk type produk Embedded 5.xGHz jenis SXT-5HnD yang hanya memiliki license level 3, kita bisa membuat koneksi point to point dengan menggunakan 2 buah perangkat tersebut.

4. Mode Nstreme dual slave

Pada dasarnya mekanisme kerja pada interface wireless adalah half duplex, akan tetapi dengan menggunakan mode ini kita dapat mengaktifkan mekanisme kerja full duplex, mode ini  merupakan proprietary didalam wireless mikrotik, tentunya kita juga membutuhkan 2 wireless card dan 2 antenna pada masing-masing wireless router mikrotik

5 . Mode Station

Wireless dengan Mode station ini digunakan sebagai wireless client/ penerima pada topologi PTP (Point To Point) atau PTMP (Point To Multi Point), wireless Mode station hanya bisa digunakan untuk membentuk network yang sifatnya routing, sehingga mode ini merupakan salah satu mode yang efektif dan  efisian jika pada sisi wireless client/station tidak dibutuhkan bridging

6. Mode Station-Bridge

Mode Station-Bridge merupakan mode pada interface wireless yang berfungsi sebagai penerima / client dan support untuk bridge network, perlu di ketahui bahwa untuk mode ini hanya bisa digunakan apabila perangkat AP nya Mikrotik juga.

7. Mode Station-Psudobridge

Mode Station-Pseudobridge merupakan pengembangan dari Mode Station standar, sama-sama menjadikan wireless sebagai penerima/client, perbedaannya adalah pada Mode Station-Pseudobridge support untuk membuat network yang sifatnya Bridge Network, Di dalam penggunaan mode ini terdapat konsekuensi dimana untuk bridging pada L2 tidak bisa dilakukan secara penuh, dalam artian mac-address sebuah perangkat yang berada di bawah perangkat wireless (PC end user) tidak terbaca pada sisi Access Point.

8. Mode Station-Pesudobridge-Clone

Mode Station-Pseudobridge-Clone hampir sama dengan Mode Station-Pseudobridge yang membedakan adalah didalam mode ini bisa melakukan cloning mac-address, umumnya pada sebuah link wireless, yang terbaca pada sisi Access point adalah mac-address dari interface wireless client, tetapi jika menggunakan Mode Station-Pesudobridge-Clone yang terbaca adalah mac-address dari perangkat yang terhubung ke station (end user), Secara default yang terbaca adalah mac-address pada frame header yang pertama di teruskan, atau bisa ditentukan pada 

9. Mode Station-WDS

Mode Station-WDS berfungsi sebagai penerima/client dari sebuah Access Point yang mengaktifkan protocol WDS, Kekurangan protokol WDS adalah penurunan throughput wireless hingga 50%, perlu diketahui bahwa antara vendor yang satu dengan vendor yang lain fungsi WDS belum tentu compatible, begitu juga dengan WDS pada mikrotik.

10. Mode WDS-Slave

Mode WDS-Slave ini berfungsi sebagai pemancar (Access Point) sekaligus sebagai penerima (Station) atau disebut juga dengan repeater, Mode ini merupakan salah satu solusi apabila ingin membangun sebuah repeater tetapi perangkat yang dimiliki hanya menggunakan 1 card wireless card. 

TOPOLOGI




Konfigurasi dan Pengujian Mode AP-Brige pada Mikrotik

Topologi 1
Alat/Bahan :
a. RouterBoard Mikrotik 1 unit
b. Kabel UTP 1 unit
c. Smartphone 1 unit

Ubah Hostne sesuai nama lengkap



Dapatkan IP dari sumber internet


Konfigurasi DNS Server


Konfigurasi NAT



Konfigurasi Wireless Interface
Mode : ap-bridge
Band : 2GHz B/G/N
SSID :AP-GALANGEKASAPUTRA(NAMA-LENGKAP) 


Konfigurasi IP Wireless Interface


Aktifkan DHCP Server pada Wireless Interface


Hubungkan AP dengan Smartphone lalu periksa apakah IP sudah diberikan pada DHCP leases


Konfigurasi dan Pengujian Mode Station-Bridge pada Mikrotik

Topologi 2
Alat/Bahan :
a. RouterBoard Mikrotik 2 unit
b. Kabel UTP 1 unit
c. Komputer 1 unit

Konfigurasi hostname menggunakan nama lengkap



Dapatkan IP dari ISP


Konfigurasi DNS Server


Konfigurasi NAT




Konfigurasi Wireless Interface
Mode : ap-bridge
Band : 2GHz B/G/N
SSID : AP-NAMA-LENGKAP


Konfigurasi IP Address Wireless Interface



Aktifkan DHCP Server pada Wireless Interface


Konfigurasi hostname Router Ke-2



Scan AP yang sudah dibuat sebelumnya. Setelah itu pilih dengan klik Connect



Cek pada Wireless Interface sudah terisi secara otomatis jangan diisi manual


Dapatkan IP dari AP



Konfigurasi DNS Server


Konfigurasi NAT



Konfigurasi IP ether1 yang terhubung PC


Aktifkan DHCP Server ether1


Pastikan PC mendapatkan IP otomati



Patikan IP sudah diberikan ke PC


Uji menggunakan ping dan tracert





Konfigurasi dan Pengujian Mode Station pada Mikrotik

Topologi 3
Alat/Bahan :
a. Smartphone 1 unit
b. RouterBoard Mikrotik 1 unit
c. Kabel UTP 1 unit
d. Smartphone 1 unit

Konfigurasi AP pada HP terlebih dahulu

Setelah itu konfigurasi hostname sesuai nama lengkap


Scan AP dari Smartphone lalu pilih connect



Dapatkan IP dari AP



Konfigurasi DNS Server


Konfigurasi NAT




Konfigurasi IP ether 1



Aktifkan DHCP Server Ether1



Pastikan PC mendapatkan IP otomatis



Pastikan IP sudah diberikan ke PC



Uji koneksi menggunakan ping dan tracert






  

Daftar Pustaka : 

[1]Jordy Prayoga. 2023. Konsep Jaringan Tanpa Kabel dan Jenis-jenisnya https://gudangssl.id/blog/jaringan-nirkabel-adalah/#:~:text=Itu%20Jaringan%20Nirkabel%3F-,Apa%20Itu%20Jaringan%20Nirkabel%3F,terhubung%20meski%20jauh%20dari%20router. diakses pada 28 Agustus 2023 Pukul 07.06
[2] Admin. 2016. Standar Protokol Jaringan Wirless IEE 802.11 https://www.tutorialjaringan.com/2019/02/jenis-jenis-standarisasi-protokol-jaringan-wireless-ieee-802.11.html diakses apa 28 Agustus 2023 pukul 07.40
[3]Masteknisi. 2020. Mode-mode wireless Interface Mikrotik http://masteknisi.com/2020/03/15/berbagai-mode-interface-wireless-wlan-mikrotik/ diakses pada 28 Agustus 2023 pukul 09.00

Rabu, 23 Agustus 2023

KONFIGURASI DHCP SERVER MIKROTIK ROUTERBOARD

 Penulis : Galang Eka Saputra



Apa itu DHCP Server?

DHCP adalah singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol. DHCP adalah protokol yang digunakan untuk distribusi IP Address pada jaringan komputer secara dinamis. Dengan menggunakan DHCP Anda dapat melakukan konfigurasi IP address pada setiap perangkat di jaringan komputer secara otomatis.

Selain IP Address, ada beberapa konfigurasi lainnya yang dapat didistribusikan melalui DHCP seperti default gatewayDNS server dan subnet mask.

Pada jaringan komputer yang tidak menerapkan DHCP, administrator jaringan harus melakukan konfigurasi IP address secara manual pada setiap perangkat, hal ini tentunya akan membutuhkan lebih banyak waktu dan tidak efisien. Apalagi pada jaringan komputer dengan skala besar.

Konfigurasi DHCP Server

Dengan adanya DHCP Server maka memudahkan memberi alamat IP untuk host secara otomatis, konfigurasi dapat dilakukan pada menu IP > DHCP Server > Klik DHCP Setup.

Setelah menekan DHCP Setup akan muncul kotak-kotak dialog yang akan menuntun dalam konfigurasi DHCP Server.

Setting DHCP Server

Langkah pertama kita diminta memilih interface ether mana yang digukanan untuk konfigurasi DHCP Server, pada artike ini dipilih ether2. Selanjutnya klik next.

DHCP Server Mikrotik

Sebelumnya ether 2 sudah dipasang IP Address 10.10.10.0/24 maka DHCP Address Space akan otomatis mendapakan alamat IP tersebut.

DHCP Server pada Mikrotik

Selanjutnya akan muncul dialog kotak Gateway For DHCP Network dengan IP Address sesuai dengan ether 2.

Gambar DHCP Server

Setelah itu, tentukan DHCP Pool atau IP Range yang akan digunakan untuk mengisi alamat IP pada host/client. Pada contoh ini kenapa dimulai dari alamat IP 10.10.10.2 dikarekan IP 10.10.10.1 digunakan sebagai gateway dan tidak akan membagikan IP ke client.

DHCP Pool adalah untuk menentukan range IP Address yang akan didistribusikan otomatis oleh DHCP Server. Secara umum DHCP Pool adalah range IP yang dapat digunakan oleh sebuah host yang tersambung dengannya.

DHCP Pool

Kita juga harus menentukan juga DNS yang nantinya DHCP Client akan melakukan request ke DNS server mana.Kotak Dialog ini otomatis mengambil informasi pada menu IP/ DNS.

DNS Server

Langkah terakhir akan diminta menentukan Lease Time, DHCP Lease adalah adalah rentang waktu penyewaan alamat IP dari DHCP Server kepada host/client. Pada contoh ini misalnya 1 hari saja.

DHCP Lease Time

Sampai langkah ini klik ok maka konfigurasi DHCP Server telah selesai.

DHCP Setup

Untuk melakukan percobaan, hubungkan PC ke ether2 pada mikrotik kemudian ubah pengaturan IP PC pada posisi “obtain an IP address automatically”.

Konfigurasi DHCP Client

Maka laptop atau komputer yang terhubung akan mendapat IP Address otomatis sesuai dengan konfigurasi DHCP Server mikrotik.

Setting DHCP Client

DHCP Lease Adalah

Informasi perangkat yang sudah diberikan IP Address otomatis akan ada di IP > DHCP Server > Lease

Pemberian alamat IP secara default dimulai dari belakang yaitu (10.10.10.254). Jadi misalnya host/komputer request alamat IP akan diberikan IP 10.10.10.254 terlebih dahulu. DHCP Lease Adalah waktu yang diberikan kepada computer atau laptop terhubung ke DHCP Server.

DHCP Leases

Pada tab Leases menampilkan sebagai berikut :

Address = Alamat IP yang diberikan DHCP Server

MAC Addresss = Alamat jaringan dari perangkat host

Server = Nama server DHCP yang dikonfigurasi di mikrotik

Expirex After = Waktu sewa yang diberikan oleh DHCP Server kepada host

Status Bound = Artinya telah berhasil mendapatkan alamat IP dari server

DHCP Lease Active


PRATIKUM DHCP SERVER

Alat dan Bahan :

1. Router 1 unit

2. Kabel UTP 2 buah

3. PC 2 unit 


Langkah Praktikum :

Akses Router menggunakan WinBox


Ubah Hostname/Identity



Beri Komentar untuk masing-masing Ethernet yang digunakan
Ether1 = Internet
Ether2 = Lokal 1
Ether3 = Lokal 2Konfigurasi DHCP Client pada Ether1 untuk mendapatkan IP dari ISP






Konfigurasi DHCP Client pada Ether1 untuk mendapatkan IP dari ISP



Konfigurasi DNS


Konfigurasi IP Address
Ether2 = 172.16.1X.1/24
Ether3 = 172.16.2X.1/24
X = Nomor Absen/Daftar Hadir

Konfigurasi NAT
Chain = srcnat
Out. Interface = ether1
Action = masquerade


Konfigurasi DHCP Server pada Ether2 dan Ether3


Lakukan Pengujian dari Mikrotik
IP -> DHCP Server -> Leases (jika berhasil akan muncul IP yang diterima PC1 dan 
PC2)

Pengujian pada PC 1

Pengujian pada PC 2



Daftar Pustaka :

[1]Rifki.2022.Pengertian DHCP Server https://www.rumahweb.com/journal/dhcp-adalah/ diakses pada 21 Agustus 2023 pukul 8:10 WIB

[2]Erdian Ansyah. 2021. Konfigurasi DHCP Server https://www.peta-network.com/konfigurasi-dhcp-server/ diakses pada 22 agustus 2023 pukul 12:30

RANCANGAN BANGUNAN JARINGAN BERBASIS KABEL DAN NIRKABEL DENGAN VLAN DAN ROUTING

 Penulis : Galang eka saputra  topologi ; praktik: